10 Oktober, 2009

Jatuh Cinta sejak Datang

Radar Banyumas, 10 Oktober 2009


JAKARTA - Menjadi Miss Universe 2009 membuat Stclamn Fcmandez harus berkeliling ke berbagai negara. Tugas itu dilakoninya dengan senang hati. Sejak kecil, perempuan asal Venezuela tersebut memang bercita-cita keliling dunia. "Saya sangat senang dengan kegiatan ini karena bisa bertemu banyak orang," kata perempuan kelahiran 4 September 1990 itu dalam bahasa Spanyol saat jumpa pers di Hotel Nikko, Jakarta, kemarin (9/10).

Meski belum mengenal budaya dan kehidupan Indonesia, Fernando; menyebut sudah jatuh cinta pada negeri ini. Perasaan itu mulai muncul sejak dia turun dari pesawat di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu lalu (7/10). Berbagai sambutan hangat membual dia merasa tersanjung.

"Rencananya, saya berada di Indonesia sampai sepuluh hari ke depan.

Setelah itu, saya kembali pulang Sebenarnya, saya ingin lebih lama di sini karena rasanya sangat menyenangkan. Orang-orangnya ramah sehingga saya tak ingin cepat pulang," ujar perempuan yang mendapatkan rumah dinas di New York setelah memenangi gelar Ratu Sejagat tersebut.

Kendati selalu memperoleh berita buruk tentang keadaan di Indonesia, dia mengatakan tidak takut sama sekali. "Saya begitu bersemangat datang ke lndone-sia," ujar perempuan yang datang atas undangan Yayasan Puteri Indonesia (YPI) itu.

Ditemani Putri Indonesia 2008

Zivanna Lctisha Siregar, Feman-dcz akan menjalani setumpuk kegiatan selama di sini. "Tapi, rasanya pasti masih kurang. Semoga bisa datang ke sini lagi," ucap Femandcz yang tadi malam turut menyemaikan mahkota pemenang Putri Indoncsiu 2009 itu. (ummjpnn a i)

Jaksa yakin Jerat Antasari

Radar Banyumas, 10 Oktober 2009


Keppres Pemberhentian Terbit Hari Ini


JAKARTA - Sidang perdana Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Kamis (8/10), masih menyisakan perdebatan. Itu terkait dengan surat dakwaan Antasari yang menguraikan perbuatannya di kamar 803 Hotel Gran Mahakam, Jakarta, bersama Rani Juliani, sekitar Mei 2008. Dalam dakwaan, disebutkan detil perbuatan Antasari yang mengajak berhubungan intim istri Nasrudin itu. .

Namun jaksa kukuh bahwa dakwaan itu sesuai dengan berkas perkara yang diterima dari penyidik. "Kami tidak me-ngarang (cerita)," kala ketu! JPU Cirus Sinaga di Kejaksaan Agung, kemarin (9/10). Dia menyebut, dakwaan sudah disusun dengan bahasa sederhana.

Mengapa tidak cukup disebut Antasari melakukan perbuatan asusila" Cirus malah balik bertanya. "Asusila itu-apa" Semakin nggak jelas. Asasila itu banyak." kata Cirus.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) Kamal Sofyan mengatakan, perbuatan Antasari- disebutkan karena menjadi latar belakang pembunuhan. "Itu sebagai penghubung, apa yang menjadi penyebabnya," kata Kamal usai salat Jumat ifi Masjid Baitul Adli, Kejagung


Mantan Kajati Jabar itu membantah jika dakwaan hanya berdasarkan keterangan Rani. Selain itu. jaksa juga mengaku memiliki bukti rekaman. "Ada data-data yang dikumpulkan. Nanti semua dirangkaikan," urai Kamal


Saat ditanya tentang Kapolri yang disebut dalam dakwaan Antasari, Kamal awalnya menolak mengomentari.

Namun saal didesak. Kamal mengatakan, tim yang dibentuk adalah dalam rangka pcnga-duan karena ada ancaman. "Jangan dikait-kaitkan begitu. Beda ilu versinya," katanya, dalam dakwaan, tim bentukan Kapolri diketuai oleh Kombes Pol Chairul Anwar.

Suratdakwaan Antasari memang cukup mengagetkan. Sebab jaksa menyebutkan adegan demi adegan antara Antasari dan Rani di Hotel Gran Mahakam. Mulai memijit hingga memegang alat viial.

Mcnurut kuasa hukum Antasari, dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum (JPU) sangat lemah untuk menjerat Antasari dalam kasus pembunuhan itu. keterangan juga hanya berdasar kesaksian Rani. "Membuat dakwaan itu seperti untuk merusak kredibilitas Pak Antasari," kata Maqdir Ismail, salain satu kuasa hukum Antasari.

Di bagian lain. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemarin telah menerima suratpenetapan terdakwa Kelua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Antasari Azhar. Dengan demikian. Keppres pemberhentian tetap Antasari akan terbit dalam waktu paling lambat sehari sejak surat dan Kejagung diterima.

Jaksa Agung Hendarman Su-panji kemarin juga menghadap presiden di Puri Cikeas, Bogor. Juga hadir, Menko Polhukam Widodo AS. Mcnkum HAM Andi Matalatta. Merrscsncg Hatta Rajasa, Kapolri Bambang Hendarso Danuri, dan Panglima TNI Djoko Santoso.

Staf Khusus Kepresidenan bidang Hukum Denny Indrayana mengatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Setneg untuk penerbitan Keppres pemberhentian ictap Antasari. "Secara resmi sudah kita terima pagi ini (kemarin pagi. Red) dari Kejaksaan, dan sekarang sedang disiapkan rancangan keputusan presidennya." kata Denny.

UU KPK menyebutkan, setelah ditetapkan status terdakwa, pimpinan KPK harus berhenti leiap. "Yang dibutuhkan hanya menyiapkan rancanganannya. Supaya lengkap bahasa-bahasa hukumnya," katanya.

Denny mengatakan, pemerintah akan bergerak lahap demi tahap dalam mengisi kepemimpinan di KPK. "UU mengatakan, setelah kekosongan tetap pemberhentian Antasari, setelah itu ada proses seleksi, kemudian Ht and proper DPR. Seluruh prosesakan mcmbuiuhkan waktu enam bulan," kala Denny. Saal ini, melalui Perppu, untuk sementara wakiu Antasari digantikan Tumpak H. Panggabean.

Jaksa Kembalikan


Berkas Chandra Hamzah


Sementara itu penyidik Mabes Polri harus bekerja keras lagi unigk membual berkas perkara Wakil Ketua nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M. Hamzah bisa dilimpahkan ke tahap penuntutan Itu setelah Kejaksaan Agung mengembalikan berkas perkara ku penyidik karena dinyalakan belum lengkap.

Berkasnya belum lengkap. Nanti akan disusul petunjuk-petunjuk yang akan dilengkapi penyidik." kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Marwan Effendy di Kejagung, kemarin (9/10). Saat ini, jaksa tengah merumuskan petunjuk bagi penyidik.

Sesuai dengan berkas nomor Pol BP/09/X/Pidkor WWC tanggal 2 Oktober 2009, Chandra disangka dengan dengan dua pasal. Yakni pasal 23 UU Pemberantasan Tipikor jo pasal 421 KUHP. Selain itu juga pasal 12 huruf (e)jo Pasal 15 UU Pemberantasan Tipikor.

Marwan menjelaskan, kekurangan dalam berkas terdapat pada pasal 12 huruf (c). "Ada unsur-unsur yang harus diperlajam. Misamya dilengkapi dengan alat bukti," kala mantan Kajati Jatim ilu.

Seperti diketahui, -Chandradisidik terkait kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan suap. Terkait dengan berkas Bibit S. Riyanto dalam kasus yang sama, Marwan mengatakan, pihaknya belum menerima pelimpahan dan penyidik.

Sceara terpisah, kemarin penyidik kembali memeriksa saksi dalam kasus yang melibatkan Chandra dan Bibit itu. Saksi yang diperiksa adalah An Muladi, yang disebut-sebut menyerahkan uang Muip dan Anggoro Widjojo kepada pimpinan KPK.

Namun pemeriksaan tersebut mendapat protes dari kuasa hukum Ari, Sugeng Teguh Santosa. "Kami dilarang mendampingi klien kami," kata Sugeng, kemarin. Alasan penyidik, kata dia. saksi tidak perlu didampingi pengacara. "Kami menyatakan keberatan." tegas dia.

Sugeng menduga, keterangan Ari akan dikonfrontir dengan keterangan Anggodo Widjojo, adik Anggoro. Sebab, pada saat bersamaan. Anggodo juga diperiksa penyidik. "Kami tidak mengetahui isi pemeriksaan karena dilarang. Ini menimbulkan pertanyaan bagi kami," keluh Sugeng.

Dalam kasus suap terhadap KPK, Ari disebut menyerahkan uang dari Anggodo untuk pimpinan KPK. Namun hal itu dibantah. Sfcbab Ark tidak menyerahkan langsung, melainkan melalui pengusaha bernama Yulianto alias Anto, (fal/sof)

Pintu Kamar Hanya Dibuka Seperempat

Radar Banyumas, 10 Oktober 2009


PINTAR benar Fajar, kurir Syaifuddin Zuhri mcmrlih lokasi persembunyian. Mcnyaru bersama puluhan mahasiswa di rumah kos dua lantai di RT 2 RW 3, Cempaka Putih, Ciputat. Daerah itu memang lokasi kos yang sangat padat di sekitar kampus IJIN Syarif Hidayatullah.

"Orangnya ramah, kalau bertemu sering menyapa," kata


Usep Muzani, penghuni kamar nomor 14 icpatdi samping kamar (empat kedua teroris tertembak. "Tapi, setahu saya hanya Sony," katanya.

Sony adalah Fajar, warga Mar-garahayu. Bekasi. Dia adalah pelapis terakhir duo Syahrir-Syaifuddin. "Saat penggerebekan saya baru mau salat Jumat." katanya.

Tapi, Usep dan dua orang temannya terjebak di dalam karena mendengar suara ribut polisi.

"Brakk, saya kira suara molor jatuh di lantai bawah, tcmyata pintu samping didobrak," katanya. (Camar di kontrakan itu berukuran 3x4 dengan kamar mandi di dalam. Ada wastafel dan hanya satu pintu keluar masuk, "hanya melalui lorong," katanya.

Usep mengaku sering bertemu Sony. "Tapi hanya sekedar salam saja. Dia sering nawarin makan tapi ya hanya basa-basi," ujarnya. Di rumah kos milik Haji Jatna bertarif Rp 480 ribu sebulan itu penghuni jarang berinteraksi. "Semua kamar penuh, ada yang diisi dua orang atautiga orang," katanya.

Terakhir dia melihat Sony Selasa (6/10) lalu. "Setelah itu nggak tahu lagi. Pintunya terus tertutup seperti tidak ada orang." katanya. Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah itu juga belum penuh masuk ke dalam kamar nomor 15. "Pintunya hanya dibuka seperempat saja. Saya sungkan untuk masuk." katanya.

Nasrullah penghuni yang lain menuturkan. Sony sering memesan makan dan litip dibelikan galon Aqua. "Tapi hanya saya taruh di depan pintu kamar saja.dia ambil sendiri masuk." katanya.

Di kos itu mereka bebas keluar masuk 24 jam. "Masing-masing bawa kunci sendiri," katanya.

Mereka membayar kos tiap bulan ke pengelola bernama Suwarni yang sering dipanggil Budhc. "Jadi, hampir tidak saling mengenal akrab," katanya.

Haji Ibrahim warga RT 2 yang rumahnya tepat di belakang komplek kos berlantai dua itu mengaku sejak Sabtu memang wajah baru sering muncul di sekitar rumahnya. "Badannya tinggi-tinggi, saya kira mereka itu intel polisi," katanya.

Ketua RT 02 Iriawan mengaku tak tahu menahu jika ada dua buron di wilayahnya. "Saya tidak tahu pelaku teroris. Sebab, mereka tidak pernah lapor ke saya. Seharusnya warga baru lapor, kalau tidak penjaga ya pemilik kos," katanya, (rdi)

Probo Kecewa Berkas JPU

Radar Banyumas, 10 Oktober 2009

Tidak Pernah Dikonfrontir dengan Fajar dan Sayidi


CI L AC AP - Pihak lerdakwa perkara dugaan korupsi. Bupati Cilacap Probo Yulastoro tidak bisa menyembunyikan kekecewaanya dengan berkas perkara yang dilimpahkan jaksa penuntut umum kepada pengadilan. Pasalnya, permintaan tersangka untuk dikonfroniir dengan Fajar Subekti (terdakwa kasus yang sama) dan Sayidi tidak dipenuhi jaksa.

"Saat diperiksa kami sudah minta kepada penyidik agar dikonfrontir untuk mempertegas semuanya. Kon-frontir ini sangat penting untuk menentukan siapa yang bertanggungjawab atas persoalan ini," kata Penasehat Hukum Probo, Bambang Sriwahono didampingi Guyub Bekti Basuki kemarin.

Pertemuan ketiga orang tersebut sangat penting terkait perjalanan keuangan daerah. Ini mengingat dalam perjalanan kasus tersebut terdakwa


Fajar Subekti adalah kepala bagian keuangan dan kemudian menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah (sekarang DPKD, Red). Sedangkan Sayidi dalam perjalanan tersebut adalah Kepala Dinas Pendapatan Daerah dan juga Sekda Cilacap.

Mcnurui Bambang penyidik kejaksaan tcmyata tidak melakukan kon-frqniir sebagaimana permintaan kliennya. Buktinya.konfrontir belum dilakukan berkas perkara sudah dilimpahkankc Pengadilan Negeri Cilacap.

"Mcnurut kami ini menjadikan berkas perkara tidak sempurna," terangnya.

Dengan tidak dikonfrontir ini hak-hak scoran}! terdakwa sudah diabaikan. Hak terdakwa dan tersangka disebut dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) namun nyatanya tidak dipakai sama sekali. "Ada dua surat penangguhan penahanan yang dikirim ke kejati. Pertama dikirim oleh keluarga dan kedua oleh penasehat hukum. Hak penangguhan penahanan diatur dalam KUHAP. Tapi surat penangguhan penahanan tidak dibalas sama sekali," terang dia.

Jika memang hak-hak dalam KUHAP tersebut tidak dipenuhi lebih baik pasalnya dihilangkan atau diganti saja. Padahal, dengan status sebagai terdakwaseperti sekarang ini maka Probo sudah dihukum lebih dulu. "Jika nanti Probo bebas, apakah jabatan Pak Probo sebagai bupati akan kembali lagi" Tidak ada yang bisa mengembalikan." kala Bambang berapi-api.

Lantas bagaimana hasil komunikasi para penasehat hukum dengan Probo setelah pelimpahan "Dia menandaskan kliennya dalam keadaan sehat dan biasa-biasa saja. Secara fisik dan psikologis, Probo siap menghadapi persidangan. "Klien kami hanya kecewa karena tidak dikonfrontir." terang dia.

Bambang sendiri mengaku tidak akan melakukan somasi atau langkah hukum icrkaii tidak dilakukan konfrontir itu. Pihaknya akan membeber bukti-bukti dipcrsidangan nanti.

Berikut data terkini sita jaminan icrkaii tanah yang dikeluarkan Kejaksaan Negeri Cilacap. Untuk asel Probo yang disita adalah tiga bidang tanah di Karangjati. Tanah tersebut yakni tanah seluas 2001 meter persegi alas nama Probo Yulastoro, tanah seluas 7.000 meter persegi atas nama Uyeni Probo Yulastoro dan sebidang lagi seluas 7722 meter persegi atas nama Uycni. Kejaksaan juga melakukan sila jaminan tanah di laman gading (jalan Kalimantan) seluas 776 meter persegi atas nama Heni. Untuk Fajar Subekti yang menjadi sila jaminan berupa dua bidang tanah yang terletak di Desa Slarang Kesugihan. Masing-masing bidang lanah luasnya 150 meter persegi atas nama Fajar Subekti, (amin

Lebih Tegar, Masih Bingung Pemakaman

Radar Banyumas, 10 Oktober 2009


Reaksi Keluarga Setelah Syaifuddin dan Syahrir Tewas di Tangan Densus 88

Tewasnya Syaifuddin Zuhri dan
Syahrir berimbas ke beberapakeluarga di Kuningan, Jabar. Merekaikut repot atas kejadian tersebut.
Seperti apa?
AGUS SUGIARTO, Kuningan


RUMAH keluarga H Jaelani dan putrinya, Su-cihani, di Dusun Kliwon, Desa Scmpora, Cilimus. Kuningan. Jabar, kembali menjadi perhatian masyarakat. Kerabat, tetangga, wartawan, hingga polisi berbaur di dua rumah tersebut.

Ini bukan kali pertama rumah Jaelani dan Sucihani dipadati warga. Agustus lalu ketika buron teroris Ibrahim tewas di Temanggung, Jateng, rumah mereka juga dibanjiri massa.

Kemarin, begitu DPO polisi Syaifuddin Zuhri dan Muhammad Syahrir dinyatakan tewas dalam penggerebekan Densus 88 Antiteror, keluarga besar itu harus repot menyambut tamu hingga melayani pertanyaan wartawan.

Jaelani dan Sucihani layak repot. Sebab,

mereka memiliki hubungan khusus dengan tiga buron teroris itu. Jaelani adalah ayah Syaifuddin dan Syahrir serta mertua lbrohim


Sucihani yang merupakan putri Jaelani tersebut adalah istri lbrohim. "Kami memang diperintah Pak Kapolresuntuk berjaga-jaga di sini. Ada beberapa petugas yang stand by di sini," ungkap Kapolsek Cilimus AKP Iskandar Muda kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group) di halaman rumah Sucihani yang tak jauh dari rumah Jaelani kemarin (9/10).

Berbeda saat Ibrahim atau Boini tewas ditembak Ocnsus 88 di Temanggung, 12 Agustus silam. Kali ini, keluarga Jaelani dan Sucihani terlihat lebih tegar menghadapi peristiwa tersebut. Malah, Sucihani mau memberi penjelasan kepada wartawan yang datang ke rumahnya.

Sekarang kami sudah bisa tegar atas kejadian ini. Beda saat peristiwa Boim (Ibrohim) dulu. Waktu itu kami sangat terpukul dan (idak menyangka atas keterlibatan Boim," tutur Sucihani yang kemarin siang ditemani adiknya, Ery Djuariah.

Dia juga menyatakan sudah diben ulin Mabes Polri soal tewasnya dua kakak kandununya tersebut dalam penyergapan di Ciputat.

"Sudah dikasih kabar dari adik saya yang di Jakarta. Bahkan, adik saya (Ery) ditelepon Den-sus dari Jakarta. Intinya, memberi tahu bahwa dua orang itu, Syaifuddin dan Syahrir, sudah tewas dalam penggerebekan," ungkapnya.

Ketegaran juga ditunjukkan Hj Asenih, ibunda Syaifuddin dan Syahrir. Dia mengungkapkan bahwa keluarga sudah menerima semua yang terjadi alas kedua anaknya. Kami menerima semua ini dengan ikhlas. Tapi, sampai sekarang buluin ada pemberitahuan resmi dari Mabes Polri kepada kami soal tewasnya Udin dan Syahrir," ujarnya. "Namun, kami sekarang jauh lebih tegar menghadapi semua ini," lanjut dia.

Terkait dengan tempat pemakaman dua jenazah tersebut, Sucihani menyatakan belum melakukan rapal dengan anggota keluarga lainnya. Sangat mungkin Syaifuddin alias Udin dan Syahrir alias Aing dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Desa Sampiran merupakan tanah kelahiran ayahnya, II Jaelani Irsyad.

"Lokasi pemakaman belum kami tentukan. Tapi, sangat mungkin di pemakaman keluarga di Sampiran. Namun, untuk lebih pastinya, kami akanmembahas lagi dengan keluarga lainnya," ujar Sucihani.

Pengalaman jenazah Ibrahim yang ditolak warga menjadi pelajaran bagi keluarga tersebut. Karena itu, Syaifuddin dan Syahrir tidak akan dimakamkan di Kuningan. "Daripada ditolak lagi, lebih baik mencari tempat lain untuk pemakaman keduanya," kata wanita empat anak tersebut.

Saat itu, pemerintah desa dan warga setempal memang menolak jenazah Hi hi ii ilim.ik.iiiik.nl di Sarnpora. Bahkan, untuk memperkuat penolakan, pemerintah desa sampai membuat surat pernyataan yang ditandatangani sejumlah tokoh masyarakat. Karena penolakan itu, jenazah perencana pengeboman Hotel JW Marriott dan Rilz-Carlion tersebut dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Sucihani juga menceritakan, sejak pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jakarta, 17 Juli silam, keluarga kehilangan kontak dengan Syaifuddin dan Syahrir. Dua orang itu tak sekalipun menghubungi keluarga, apalagi menemui.

"Benar-benar hilang kontak dan tidak ada komunikasi. Itu setelah pengeboman. Kami hanya tahu sekarang bahwa keduanya sudah meninggal. Itu saja. Kalaupun mereka mengontak kami, hanya akan menam-bah beban saja. Jadi, lebih baik tidak menghubungi kami," tegasnya.

Bukan hanya rumah Jaelani dan Sucihani yang dibanjiri warga. Rumah Siti Kholifah Sari, istri Syaifuddin, di Desa IV ibn tulan. Kecamatan Sumber. Kuningan, juga ramai didatangi warga. Anggota keluarga itu juga tampak sudah siap menerima kenyataan pahit tersebut. "Kami tahu kabar itu dari televisi," ungkap Juli, adik Siti Kholifah.

Soal pemakaman, mereka juga belum bisa memutuskan. "Keluarga dan warga di sini menolak jasad Syaifuddin. Alasannya, dia bukan warga Pcrbutulan," kala Fahrurozi, paman Siti Kholifah.

Isyarat penolakan jenasah langsung mengemuka begitu kabar tewasnya Syaifuddin din Syahrir tersebar kemarin. Kapolres Kuningan AKBP Nurullah menyampaikan. Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda juga sudah menyalakan menolak.

"Pak Bupati sudah tcrang-tcningan menolak jika keduanya dimakamkan di Kabupalen Kuningan. Urusan pemakaman diserahkan kepada keluarganya, mau di mana, asalkan (idak di Kuningan. Ini bukan penolakan dari Kapolres Iho. lapi dari bupati selaku pemegang wilayah," ujarnya (n\v)

Masih Ada Nama Jaja

Radar Banyumas, 10 Oktober 2009


PEKERJAAN Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bukan berarti lantas usai dengan tewasnya Syaifuddin Jaelani dan Syahril. Ini karena belum semua pcntolan-pcn-tolan kelompok teror tersebut telah dibekuk. Dan sumber-sumber yang dikumpulkan Jawa Pos, baik dari kepolisian maupun dari kalangan ikhwan, ancaman teror masih santa sekali belum hilang.

Artinya, polisi tak bisa santai-santai. Peringatan ini disampaikan oleh Ali Fauzi, adik Amrozi dan Ali Ghufron (duaorang tersangka Bom Bali yang dieksekusi 9 November 2008 lalu. Red). "Tidak perlu euphoria dulu polisi. Boleh-boleh saja Syaifuddin Jaelani dan Syahril tewas, namun yang punya pikiran dan keyakinan sama dengan mereka masih banyak di Indonesia," tegasnya.

Ali Fauzi bahkan mengatakan dirinya tak akan terkejut apabila dua atau tiga bulan lagi tiba-tiba ada serangan lagi. "Bukannya saya mau menakut-nakuti. Tapi saya hanya mengungkap ke-mungkinan saja," ucap muman anggota Jl senior tersebut.

Tengara Ali Fauzi ini memang beralasan. Buktinya, di kalangan "aktivis jihad", beredar SMS yang bernada mengutuk Dcnsiis. Begini bunyinya Allahumma dammir Dcnsus-88 Tadmiiro! Wa farriq jamahum! Wa syaitil syamlahum! Wasydud walhataka "alaihim! Allahumma shihim "adada! Waq-tulhum badada! Wa l.i.i tubqi min-Ihiiii ahada! Wajalhum qirodata. wa khonaaziro waabadath thoo-ghuut!!!

Bila diartikan tak lebih dari caci jnaki terhadap Oensus 88 Anti Teror Mabes Polri, (arti hara (lahnya Ya Allah, hancur lcbur-kanlah Dcnsus 88! Azablah mereka! Catatlah mereka! Bu-nuhlah mereka dengan keji! Jangan sisakan seorangpun dan mereka! Jadikan mereka kera-kcra. babi-babi, dan budak-budak toghuti). Ini menunjukkan indikasi masih banyak orang Indonesia yang memilih sepaham dengan Syaifuddin Jaelani dan Syahrir.

Namun, sebuah sumber di kepolisian mengatakan ada satu nama yang kini paling diburu. Namanya adalah Jaja. Dia adalah aktivis NU dari kelompok Banten, dan diduga kuat kenal baik dengan Rois, dalang bom Marriott -in? yang kini tengah menunggu hukuman mati. Rois sendiri diketahui bukan dari background Jamaah Islamiyyah, melainkan dari NU.

Sumber tersebut mengatakan bahwa Jaja ini secara militer jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan Syaefudin Jaelani dan Noordin Mohd Top digabung-kan sekaligus. "Dia (Jaja, Red) merupakan salah satu organisator kamp pelatihan militer di Mindanao." tutur sumber tersebut. Namun, Jaja tidak bergabung di Kamp Hudaibiyah, atau pun Kamp Abu Bakar milik MILF. Melainkan mengorganisasikan kamp pelatihan sendiri, yang dikenal dengan kamp NU. di Pulau Saranggani, sebuah pulau yang berjarak sekitar enam jam naik pump boat dan daratan Pulau Mindanao.

"Sejak empat tahun lalu, dia sudah kembali ke Indonesia setelah sebelumnya bolak-balik pulang-pergi Mindanao-lndo-nesia." tuturnya. Nama Jaja ini sendiri cukup terkenal di kalangan aktivis jihad sebagai salah satu organisatoris kamp NU paling jempolan.

Setelah banyak dari jaringan Jamaah Islamiyyah (Jl) ditangkap dan memilih "tiarap", Noordin pun "menoleh" ke jaringan Negara Islam Indonesia (Nil). terutama dari kelompok Banten Selain karena secara tradisional antara Jl dan NU masih "saudara kandung", juga Nil "me-nyediakan" banyak sumber daya manusia setelah orang-orang JI habis ditangkapi atau pun dipantau ketat polisi.

Persenluhan kelompok Noordin dengan NU sudah dimulai sejak Bom Marriott 2003 lalu. Indikasinya, pelaku bom bunuh diri. Heri Golun, adalah orang NU. Juga Rois, salah satu master mind-nya adalah pentolan NU. Syaefuddin Jaelani maupun Syahri pun juga merupakan salah satu pentolan kelompok NU Banten.

Ketika dikonfirmasi soal nama Jaja. Ali Fauzi enggan berkomentar. "Saya lak tahu nama itu," kelitnya. Namun, Ali Fauzi justru mengomentari kiprah Syaifuddin Jaelani. "Kelasnya, terutama dalam hal escape (melarikan diri) masih jauh dari Noordin," tuturnya. Untuk itu. Ali Fauzi mengatakan itulah perbedaan antara aktivis jihad yang mempunyai background militer yang cukup dengan yang hanya mempunyai background akademisi. "Noordin bisa enam tahun bertahun, sementara Syac fuddin baru -.chui,ni muncul, sudah tertembak," tambahnya, (ano)

Tewas karena Kurir Khianat

Radar Banyumas, 10 Oktober 2009


Syahrir Lempar Bom, Syaifuddin Berusaha Jebol Atap


JAKARTA-Detasemen Khusus 88 Mabes Polri memenuhi janjinya untuk mc-ringkus buron tcrhcbal kedua setelah Noordin M Top. Dalam operasi terbatas selama enam jam kemarin, Syaifuddin Zuhri dan Muh Syahrir dilumpuhkan. Sayang, mereka tewas diberondong peluru tim CRT (Crisis Response Team) Densus 88 Mabes Polri.

"Kami menduga mereka adalah Syaifuddin Zuhri dan Muhammad Syahrir.

liu berdasar keterangan saksi dan keterangan lain yang didapatkan di lapangan," ujar Kadivhumas Irjen Pol Nanan Sockarna di Mabes Polri tadi malam. Nanan belum berani memastikan karena masih menunggu identifikasi DNA dan data forensik lainnya. "Senin nanti baru bisa jelas," tambahnya.

Meski begitu, Nanan mengakui polisi sudah menghubungi keluarga Syaifuddin di Cilimus, Kuningan, Jawa Barat. Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah kos milik Haji Jama di gang Semanggi 2 RT 2 RW 3, Cempaka Pulih, Ciputat Timur, Tangerang. Hingga tadi malam lokasi itu masih dipadati warga yang menonton.

Penangkapan Syaifuddin dan Syahrir ini sebenarnya berawal dari data laptop Noordin M Top. Selain itu, polisi juga mendapatkan pengakuan penting dari Aris Makruf, DPO yang menyerah di Temanggung.

Sumber Jawa Pos Sabtu (3/10) lalu mengungkapkan sebuah operasi besar akan segera dilakukan. "Insya Allah kila akan dapatkan scsuaiu yang besar dalam beberapa saat lagi," kata perwira ilu(Jawa Pos 4/10). Janji itu dipenuhi lima hari kemudian.

Menurut Nanan, polisi terpaksa melakukan penembnkun. "Karena mereka melcmparbom dari sakunya," kala mantan Kapolda Jawa Barat itu. Dia menjelaskan pcnggerebegan dimulai dari penangkapan seorang berinisial Kr di Bekasi


Timur. "Pagi diringkus, siang langsung ke Ciputat," katanya.

Fr atau Fajar ini diduga polisi sebagai kurir yang bertugas menyediakan safe house bagi Syaifuddin dan Syahrir. "Dia mengaku sebagai Sony, yang mencari kontrakan," katanya. Fajar alias Sony sudah tinggal di kos itu sejak bulan Ramadan. Namun, Syaifuddin dan Syahrir baru masuk sejak tiga hari yang lalu (Selasa).

Dari informasi itu, pukul 11.15 tim CRT atau tim pcnindak Densus 88 Mabes bergerak masuk. "Anggota terpaksa menembak karena mereka menyerang petugas. Disana ada tujuh bom," kata Nanan.

Seorang sumber yang ikut dalam penggerebekan menuturkan, Syahrir yang melempar bom pipa pertama kali sesaat begitu pintu didobrak. "Dapal ditilng-kis." kala sumber itu. Setelah pintu terbuka, Syaifuddin berusaha lari dengan melemparkan bomnya untuk menjebol genting kamar. Namun bom itu tidak meledak. Syaifuddin melempar lagi, kali ini ke arah Densus dan meledak hanya satu meter di samping seorang anggota.

"Karena melawan harus kami lumpuhkan," katanya. Kamar berukuran 3x4 meter itu jctal pintu dan sebagian dindingnya. "Bom pipa yang dibawa ukuran kecil, lapi kalau kena langsung bisa mematikan. Seperti mcrcon Leo (jenis mercon) tapi lebih besar lagi sedikit," kalunyu.

Saksi mala Usep Mu/.mi .penghuni kamar nomor 14 sam- ping kamar Syaifuddin sempat terkunci di dalam kamar saat penggerebekan. "Saya mendengar suara bawa hidup bawa hidup," ujarnya.

Tapi beberapa saal kemudian terdengar suara ledakan. "Seperti petasan," tambahnya. Lalu setelah* itu terdengar baku tembak. "Saya sempat ditodong Densus, lalu disuruh keluar." kala mahasiswa UIN iiu.

Lokasi persembunyian Syaifuddin memang unik. Lokasinya deka! sekali dengan kampus UIN Syarif Hidayatullah Ciputat. Jaraknya hanya sekitar 600 meter dari Jalan Ciputat Rayu. Rumah rektor UIN Prof Komaruddin Hidayat juga tak jauh -dari lokasi i.lu, hanya sekitar 500 meicr dan beda rukun tetangga (RT).

Di lokasi itu ada Pusdiklat Departemen Agama, Kampus Bi- . na Sarana Informatika, dan Ciputat Mega Mall yang merupakan komplek pertokoan yung ramai. Jarak antar rumah juga sangat rapal.

Persembunyian Syaifuddin iiu hirnya satu kilometer dari Polsek Ciputat. "Masak teroris lapor Polsek dulu." kuta Kabidpne-nuin Mabes Polri Kombes Untung Yoga saal ditanya soal kelengahan aparat Polsek.

Sumber Jawa Pos menuturkan, lokasi iiu icrcndus karena jaringan Syaifuddin bcrkhianat. "Tekanan media membual mereka frustasi," katanya. Fajar udalah kurir lapis terakhir bagikeduanya. Nama Fajar muncul sejak pengintaian intensif setelah pemakaman Urwah di Mijen Kudus (Gantikan Noordin, Syaifuddin Sudah Pegang Komando, Jawa Pos 7 Oktober 2009).

Kadivhumas Nanan Sockarna menjelaskan Fajar sebenarnya nama baru. "Dia masih kerabatnya," kala Nanan. Setelah operasi ini, Nanan memastikan Dcnsus 88 masih bekerja. "Ada puluhan yang belum (tertangkap)," katanya.

Penangkapan berujung tewasnya duo teroris asal Kuningan, Jawa Barat itu disesalkan pengamat terorisme Rakyan Adibrata. "Amat disayangkan kalau benar-benar Syaifuddin. Karena dia punya jaringan langsung ke Al Qaidah," katanya.

Peneliti Research Center for Terrorism and Security yang pernah meriscl terrorisme di Perancis itu menilai metode pengepungan Dcnsus tidak harus berakhir mali. "Sebenarnya bisa dilumpuhkan dengan non lethal weapon," katanya.

Wakil Kelua KoM Ridha Saleh Komnas HAM mengatakan, jika mengacu pada prinsip hak asasi manusia tidak boleh ada seorang pun dibunuh di luar putusan pengadilan. "Dalam konteks terorisme memang polisi punya diskresi apabila mereka telah melakukan upaya-upaya mpi tidak diindahkan. Mereka dimungkinakan melakukan tindakan sesuatu untuk mencegah. Tapi, prinsip umum tidak boleh membunuh orang." katanya, (rdi)